BERITA TERKINI DPRD KABUPATEN NGANJUK

Posted on 09 Juli 2020 by Admin

HEARING  KOMUNITAS PECINTA SEJARAH DENGAN KOMISI IV DPRD NGANJUK

NGANJUK - Belasan anggota komunitas pecinta sejarah melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Nganjuk pada Kamis (9/7). Mereka mengusulkan agar dilakukan pelurusan sejarah Nganjuk. Termasuk usia Kabupaten Nganjuk yang menurut mereka baru berusia 91 tahun.

Seperti diungkapkan pemerhati sejarah Nganjuk Rudi Handoko. Menurutnya ada tiga peristiwa besar di Nganjuk yang harus diluruskan. “ Pertama lahirnya nama Nganjuk, kedua Nganjuk sebagai kabupaten dan ketiga boyongan, “ ungkap Rudi usai berdialog dengan anggota DPRD.

Bagi pria berkacamata ini, Nganjuk sebagai Kabupaten harusnya diperingati pada 1 Januari. Dasarnya adalah Undang Undang peemrintah Hindia Belanda N0. 310/1928. Disana disebutkan Kabupaten Nganjuk sebagai daerah otonom. “Efektif 1 januari 1929. Artinya nama Kabupaten Nganjuk yang resmi itu per 1 Januari 1929,” lanjutnya.

Dasar itu diperkuat dengan data yang dia miliki berupa arsip tahun 1939. Isinya dokumen foto sebagai peringatan hari jadi Kabupaten Nganjuk. “ Artinya nganjuk sebagai Kabuapten kini baru ebrusia 91 tahun. Dari Kabupaten Berbek pindah ke Ibu Kota Nganjuk menjadi Kabupaten Nganjuk,” beber Rudi.

Lebih jauh rudi menjelaskan, Kabupaten Nganjuk punya sejarah sendiri, Karenannaya, harus dipisahkan dengan nama nganjuk yang berasal dari kata Anjuk ladang.” Kalau cikal bakal nama Nganjuk tertulis di Prasaasti Candi Lor bait ke lima. Dari nama sang Pemagat Mpu Anjuk Ladang. Yakni pada 10 April 937 Masehi.” Tandasnya.

Dari dua hal tersebut, menurutnya ada dua peristiwa bersejarah yang perlu diluruskan. Yakni Nganjuk sebagai Kabupaten  dan Nganjuk sebagi nama wilayah. Dua hal tersebut punya sejarah yang berbeda. Komunitas pecinta sejarah Nganjuk mengganggap hal itu perlu diluruskan.

Termasuk sejarah boyongan. Menurut Rudi dan teman-temannya, boyongan itu dilakukan pada 6 Juni 1880. “ Dasarnya dari surat keputusan pemerintah tahun 1975. Butuh lima tahun untuk persiapn boyongan yang akhirnya dilaksankan pada tanggal 6 Juni. “ Urai Rudi sembari menyebut kegiatan booyngan ini baru dilaporkan setelah upacara selesai pada 8 Juni 1880.

Dari tiga peristiwa besar sejarah itulah, komunitas pecinta sejarah Nganjuk ini berharap ada kajian ualang penetapan hari jadi Kabupaten Nganjuk dan ritual boyonan.” Penetapan hari jadi Kabupaten Nganjuk dan boyongan ini ditetapkan pada tahun 1993. Besar harapan kami sejarah ini diluruskan agar warga Nganjuk tidak keliru memahami sejarah daerahnya sendiri, “ Pintanya.

Bukan itu saja, mereka juga mengusulkan hasil karya seni yang bisa dipatenkan. Yakni wayang Anjuk Ladang dengan 37 tokoh baru dalam perwyanagan.

Mendapat usulan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Edy Santoso mengapresiasi masukan komunitas tersebut.” Usulan ini pertlu dikaji ulang lagi, bila yang disampaikan komunitas ini benar, tidak ada masalah hari jadi dan hari lahir Nganjuk ditetapkan sebgai hari besar Nganjuk,” Ungkap Edy menyebut DPRD akan menyampaikan usulan tersebut ke Pemkab Nganjuk. (Tim)

kembali ke [MENU BERITA]

Galeri Foto

Lokasi Kami

Hubungi Kami

Sekretariat DPRD Kabupaten Nganjuk

Alamat: Jl. Gatot Subroto Nganjuk
Telephone: +62358-323495
Fax: +62358-327183